You are currently viewing Seminar Kewirausahaan  Muda, Mandiri, dan Kreatif dalam Menciptakan Ide Bisnis

Seminar Kewirausahaan Muda, Mandiri, dan Kreatif dalam Menciptakan Ide Bisnis

Jajaran Panitia Utama Seminar Kewirahusaan

Seminar Kewirausahaan

Muda, Mandiri & Kreatif dalam menciptakan Ide Bisnis

 

 

Dewasa ini, kita dihadapkan pada kenyataan bahwa jumlah wirausaha di Indonesia masih minim dan mutunya belum bisa dikatakan hebat, sehingga pembangunan kewirausahaan merupakan persoalan mendesak bagi suksesnya pembangunan ekonomi di negara ini. Khususnya untuk kebanyakan kalangan pemuda dan pemudi di Indonesia, Paradigma yang terbangun dikalangan pemuda dan pemudi saat ini yaitu keinginan mendapatkan uang dalam jangka waktu yang relatif cepat disertai dengan nilai yang tinggi sehingga mereka berusaha mencari pekerjaan yang diinginkan tanpa mengindahkan dan mau menggali potensi-potensi positif dalam diri mereka dengan menciptakan suatu usaha baru yang memang selain dapat bermanfaat bagi diri sendiri namun mempunyai value added bagi orang lain.

Suatu pernyataan yang bersumber dari PBB menyatakan bahwa suatu Negara akan dikatakan maju apabila memiliki wirausahawan sebanyak 2% dari jumlah penduduknya. Dari pernyataan tersebut, dapat kita lihat dikalangan pemuda dan pemudi saat ini adalah minimnya rasa mandiri yang kebanyakan dari mereka masih sangat bergantung pada uang orang tua sehingga terbiasa atau bergantung pada orang lain.

Untuk menjadi seorang wirausaha, sikap mental berani tetapi dengan perhitungan yang matang sangat membantu keberhasilan. Perolehan hasil pendidikan formal sangat membantu, akan tetapi menurut hasil penelitian Charles Schriber, keberhasilan seseorang yang ditentukan oleh pendidikan formal hanya sebesar 15%, dan selebihnya ( 85% ) ditentukan oleh sikap mental, kepribadian dan kemandirian.

Selain itu, dalam menghadapi persaingan yang semakin kompleks dan persaingan ekonomi global, maka kreativitas menjadi sangat penting untuk menciptakan keunggulan kompetitif. Dunia bisnis memerlukan sumber daya manusia kreatif dan inovatif. Sering terjadi orang yang tidak berpendidikan tinggi berhasil dalam berwirausaha, namun orang yang berpendidikan dan berwawasan luas diharapkan bisa lebih kreatif dan inovatif.

Berangkat dari persoalan persoalan tersebut serta sebagai wujud antisipasi generasi muda – mudi Indonesia khususnya mahasiswa, SENAT MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI mengadakan Seminar Kewirausahaan dengan Temas “Muda, Mandiri & Kreatif dalam menciptakan Ide Bisnis“ pada hari senin 12 Mei 2014. Seminar ini merupakan suatu kegiatan yang bersifat edukatif dan wahana menambah wawasan mahasiswa/i berwirausaha, tata cara berwirausaha, apa yang harus dilakukan ketika membuka usaha, dan bagaimana mengembangkan usaha itu menjadi lebih dikenal oleh masyarakat ( konsumen ). Peserta seminar dapat menyampaikan argumentasi (pertanyaan, diskusi ) langsung dengan narasumber dan bagi peserta yang sudah memulai berwirausaha, dapat membagi permasalahan permasalahan yang dihadapi dalam berwirausaha. Acara seminar berlangsung pada pukul 09:00 s/d 12:30 dan bertempat di Aula lt.4 blok 1 Universitas Nasional Jakarta.

Narasumber yang mengisi di acara seminar ini adalah seorang wanita yang masih muda, aktif sebagai anggota dan bahkan pendiri dari suatu komunitas wirausaha, beliau bernama Sdri. Susi Sukaesih, SE.Wanita kelahiran, Kuningan, 22 Juli 1985, lulusan S1 FE Universitas Gajah Mada, Akta IV UHAMKA ini, sekarang menjadi kepala sekolah/founder/Guru kewirausahaan SMK itacho, inisiator siswa wirausaha ( Kunjungi: siswawirausaha.net ), dan aktif dibeberapa organisasi/komunitas seperti menjadi Koordinator Relawan Nasional Komunitas Akademi Berbagi 2013 – sekarang, Koordinator Akademi Berbagi Bekasi 2012-2013, Volunteer Akber Bekasi, Startup Lokal, TDA Bekasi.

Mengenai paparan yang telah beliau sampaikan saat kegiatan seminar berlangsung, begitu berkesan, mempunyai daya kharismatik tersendiri saat menyampaikan materi. Dalam paparannya, Beliau menyampaikan pesan kepada generasi muda calon pelaku usaha untuk selalu optimis dalam berwirausaha. Jangan terbiasa memainkan mindset ( pola pikir ) ke dalam hal-hal yang membuat kita tidak bisa ( pesimis ), biasakan selalu mempunyai mindset yang kuat untuk BISA. Jika kita mengatakan saya tidak bisa, saya tidak mampu, dan disaat itu juga bersiap-siap lah kita menghadapi kegagalan. Ubahlah kata-kata itu menjadi Ya saya bisa, saya mampu, saya bisa melakukannya, dan disaat itu otak akan berputar dan kita akan selalu siap menghadapi problem.

Selanjutnya Beliau menyampaikan kepada peserta seminar bahwa masa muda adalah masa yang sangat pas untuk merangkai masa depan yang lebih baik dan sangat rugi apabila kita sebagai Pemuda Penerus Bangsa melewatkannya begitu saja tanpa menghasilkan sesuatu yang berguna. Media sosial merupakan media yang multifungsi, kita mempunyai teman di media sosial yang cukup banyak, namun terkadang kita salah memanfaatkannya, ada yang cuma update status, upload foto dan ngegalau ngga jelas. Intinya manfaatkan secara maksimal teknologi (sosmed,internet, smartphone dll), Perluas jejaring dengan Wirausahawan, ikut komunitas, miliki value lebih dari kompetitor, strategi pemasaran dan promosi yang kreatif dan inovatif, dan inti dari semua itu adalah Jangan malu/gengsi, never stop learning, Start small & Act fast.

Jadi, dari penjelasan diatas bahwa narasumber mengajak kita agar selalu berfikir positif, karena pola pikir kita mempengaruhi sejauh mana kita akan berhasil. Selain itu, beliau juga mengajak kita agar selalu memperluas dan memperbaiki networkbaik itu teman, organisasi, komunitas, dll. Dari semua paparan yang beliau ucapkan, terbersit peribahasa yang menggelitik yaitu “1 musuh terlalu banyak dan 1000 teman, sahabat terlalu sedikit”. Bergaullah dengan siapa saja, selama itu tidak merugikan kita.

Indonesia merupakan negara dengan jumlah masyarakat yang terbesar ke 4 didunia setelah Tiongkok, India dan Amerika Serikat, +/- 250 juta manusia yang menempati tanah air ini. Bila kita mau mawas diri dan merenungi diri kita, siapakah kita ?, apakah itu hidup ? pasti kita akan menemukan semacam pencerahan mengenai diri kita dan untuk apa kita di kehidupan ini. Mari optimis, tingkatkan potensi, tetap percaya diri dan jangan lupa berdoa.

Arif Rahmat Martoyo

(Mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Nasional Jakarta)