You are currently viewing Start-Up Ciptakan Riak Ekonomi dan Ubah Cara Hidup Masyarakat

Start-Up Ciptakan Riak Ekonomi dan Ubah Cara Hidup Masyarakat

Jakarta (UNAS) – Tren startup di Indonesia saat ini sedang menjamur, pasalnya yang awalnya menyasar kalangan millenial, kini meluas ke berbagai generasi seperti generasi Z. Startup adalah perusahaan yang baru berdiri dan dalam tahap pengembangan untuk menemukan pasar yang tepat.

Menurut Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Unas Kumba Digdowiseiso S.E., M.App.Ec., Ph.D .,Startup mungkin kecil. Tapi mereka menciptakan riak di ekonomi yang mengubah cara hidup masyarakat. “Perusahaan raksasa hari ini seperti Apple,Facebook dan Google adalah dulu perusahaan kecil tapi merupakan startup yang ambisius. Teknologi baru sering menciptakan peluang baru yang diambil sebagai keuntungan. Startup kemudian menciptakan nilai besar atas bisnis yang matang, kompetisi yang menginspirasi dan menjadikan perekonomian berkembang”, papar Kumba dalam Webinar Ngobrol Bareng Legislator.

Kumba Digdowiseiso S.E., M.App.Ec., Ph.D

Pakar Ekonomi UNAS: Kumba Digdowiseiso S.E., M.App.Ec., Ph.D saat memapakarkan materi di webinar Ngobrol Bareng Legislator .

Ia melanjutkan dengan memiliki teknologi yang lebih tinggi “ini mendorong produksi barang dan jasa. perusahaan yang memiliki hasil pertumbuhan yang tinggi merupakan perusahaan yang masih muda dan membuat tidak proporsional kontribusi terhadap keluaran dan pertumbuhan produktivitas”, terangnya Sabtu (6/8).

Dampak dari timbulnya startup juga berpengaruh dengan lapangan kerja. Menurut Kumba, hal tersebut bisa tingkatkan lapangan kerja. “Startup menciptakan lapangan kerja. Perusahaan “pertumbuhan tinggi” ini adalah perusahaan yang menambahkan pekerjaan dengan tarif 25 plus pekerjaan sektor swasta pertumbuhan secara signifikan lebih tinggi, di mana pengusaha muda aktivitasnya tinggi, begitu Sebaliknya, wilayah dengan sedikit  pengalaman aktivitas kurang dari setengah persen pertumbuhan pekerjaan”, ungkapnya.

Secara q-to-q, pertumbuhan ekonomi Triwulan 2-2022 sejalan dengan pola pertumbuhan triwulanan. Namun, Secara y-on-y, kinerja ekonomi Triwulan 2-2022 sudah lebih tinggi daripada sebelum pandemic. Konsumsi pemerintah masih terkontraksi, sementara konsumsi rumah tangga mengalami growth yang sangat impressive, bersamaan dengan Windfall dr sektor Export. (*TIN)

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email